
“And we love life if we find a way to it.”
— Mahmoud Darwish [1]
Ada buku yang halaman pertamanya comot. Mungkin terkena kopi. Mungkin tulisannya senget. Mungkin ada baris yang dipadam berkali-kali sampai kertasnya menipis.
Kalau kita menilai seluruh buku hanya daripada halaman awal itu, tentu kita akan menyangka isinya akan terus bersepah.
Tetapi hidup jarang sesederhana itu.
Ada buku yang bermula dengan buruk, lalu berakhir dengan indah. Dan ada juga yang dibuka dengan kemas, tetapi akhirnya kehilangan arah.
Barangkali hidup kita pun begitu. Kita selalu terlalu lama berhenti pada permulaan yang cacat.




